Abstrak Artikel
Kitosan merupakan suatu polisakarida yang dideasetilasi dari kitin dan dapat ditemukan pada eksoskeleton invertebrata. Kitosan dapat digunakan sebagai bahan pengawet makanan karena memiliki aktivitas anti mikroba. Salah satu mikroba penghasil aflatoksin yang sering ditemukan mengontaminasi pangan adalah Aspergillus flavus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antifungi kitosan terhada A. flavus dan menemukan konsentrasi kitosan yang tepat sebagai antifungi terhadap kapang kontaminan. Aspergillus flavus merupakan salah satu jenis kapang penghasil aflatoksin yang sering ditemukan mengontaminasi produk pangan. Pengujian aktivitas antifungi kitosan terhadap A. flavus dilakukan dengan metode difusi sumur menggunakan media PDA. Larutan kitosan dibuat dengan menggunakan pelarut asam asetat 0,5%. Konsentrasi kitosan yang digunakan ialah 0; 0,5; 1; 1,5; dan 2%. Ketokonazole 2% digunakan sebagai kontrol positif. Setiap perlakuan dibuat dalam 4 ulangan. Biakan diinkubasi selama 7 hari dan dilakukan pengukuran diameter zona hambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitosan dapat menghambat pertumbuhan A. flavus. Selain itu, pembentukan zona hambat lebih besar pada perlakuan kitosan 2% (13,81±0,24 mm) dan hasil ini tidak berbeda nyata dengan perlakuan ketokonazole 2% (14,56±0,43 mm).Kata kunci: kitosan, antifungi, aspergillus flavus
Pratinjau PDF
Pastikan PyMuPDF terpasang lalu coba muat ulang.