Abstrak Artikel
Religiusitas diharapkan tidak hanya tercermin dalam keyakinan dan praktik ibadah, tetapi juga dalam penghormatan terhadap hak dan keyakinan kelompok lain, khususnya dalam masyarakat yang beragam secara sosial, budaya, dan agama. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara religiusitas dan toleransi beragama pada remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional potong lintang. Sebanyak 108 remaja berusia 13–19 tahun dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala religiusitas dan skala toleransi beragama yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan korelasi peringkat Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas responden tergolong tinggi (M = 116,46; SD = 9,417), sedangkan toleransi beragama berada pada kategori sedang (M = 91,80; SD = 12,780). Sebanyak 50% responden masih berada pada kategori toleransi rendah dan sangat rendah. Analisis Spearman menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara religiusitas dan toleransi beragama (rₛ = 0,389; p < 0,001), tetapi kekuatan hubungannya relatif lemah. Temuan ini menunjukkan bahwa religiusitas berkaitan dengan toleransi beragama, sementara lemahnya kekuatan hubungan mengindikasikan bahwa toleransi juga kemungkinan berkaitan dengan faktor lain yang tidak dianalisis dalam penelitian ini. Dalam konteks sosial-budaya masyarakat plural, temuan ini menegaskan pentingnya memahami religiusitas tidak hanya sebagai pengalaman individual, tetapi juga dalam kaitannya dengan sikap terhadap kelompok yang berbeda.
Pratinjau PDF
Pastikan PyMuPDF terpasang lalu coba muat ulang.