Abstrak Artikel
Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas perikananyang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Namun seiring dengan naiknya harga pakan ikan nila, perlu adanya pakan alternatif yang dapat menekan biaya produksi. Penelitian ini menggunakan ampas tahu yang telah difermentasi dengan menggunakan Saccharomyces, Lactobacillus dan Rhizopus sebagai pakan alternatif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji aspek teknik, manajemen, dan finansial serta mengidentifikasi masalah pembesaran ikan nila merah (O. niloticus) menggunakan pakan yang berbeda. Metode yang digunakan adalah metode observasi dengan mengikuti seluruh kegiatan di lokasi praktik dan juga menggunakan metode deskriptif komparatif untuk membandingkan pemberian pakan yang berbeda pada ikan nila merah (O. niloticus). Jumlah percobaan pemberian pakan adalah 3 kolam yang masing-masing diberi pakan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pertumbuhan harian ikan dengan pemberian pakan pellet ialah 1,6 gram/hari sedangkan untuk pemberian pakan fermentasi ampas tahu dengan Saccharomyces dan Lactobacillus ialah 0,2 gram/hari dan untuk pemberian pakan fermentasi ampas tahu dengan Rhizopus ialah 0,2 gram/hari. Untuk nilai FCR memiliki perbedaan yang signifikan dengan pertumbuhan harian ikan untuk pakan pellet yaitu 0,43 sedangkan untuk pakan fermentasi ampas tahu dengan Saccharomyces dan Lactobacills adalah 1,1 dan untuk pakan fermentasi ampas tahu dengan Rhizopus mencapai 1,31. Analisis finansial untuk 3 kolam pemeliharaan menunjukan adannya kerugian yang lebih tinggi dengan pemberian pakan fermentasi ampas tahu dengan Rhizopus yang memperoleh kerugian sebesar Rp 3.002.200 dengan R/C ratio 0,26. sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian pakan fermentasi ampas tahu dikategorikan belum efisien. Sehingga perlu pengkajian lebih lanjut terhadap pemanfaatan ampas tahu yang difermentasi sebagai pakan tambahan.
Pratinjau PDF
Pastikan PyMuPDF terpasang lalu coba muat ulang.