Beranda/Archipelascape/Detail Artikel
ARTIKEL TERBIT

Kerusakan dan Metode Penanganan Pada Kedaton Kesultanan Ternate

01
Detail Artikel

Abstrak Artikel

1Kerusakan dan Metode Penanganan Pada Kedaton Kesultanan TernateHendra Fauzi1*,Dosen Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Khairun1*Email; hendrafauzi@unkhair.ac.id1*AbstrakBerbagai masalah yang timbul pada bangunan Kedaton sudah sangat komplek mulai dari kerusakan mekanis, fisis, danchemis. Kerusakan yang ada dapat disebabkan oleh banyak faktor termasuk akibat usia bangunan yang sudah berusiaratusan tahun. Selain itu, tidak adanya masa perawatan bangunan secara berkala yang diakibatkan adanya kendalapembiayaan dalam perawatan. Perawatan dilakukan terakhir oleh pemerintah Republik Indonesai pada tahun 1981,konservasi bangunan yang belum dilakukan dalam kurun waktu 41 tahun belakangan. Dengan usia bangunan yangsemakin tua (dibangun sejak 1811, pemugaran terakhir pada 1981) kondisi bangunan banyak mengalami kerusakansehingga mengalami penurunan kwalitas bangunan termasuk penurunan struktur bangunan yang dapat mengancamkelestarian dan keselamatan penghuni kedaton. Permasalahan inilah yang mendesak untuk dilakukan rehabilitasi terhadapkawasan Kedaton Kesultanan Ternate untuk menyelamatkan penghuni yang merupakan keluraga Sultan/Raja danmelestarikan benda cagar budaya Kedaton Kesultanan Ternate.Pekerjaan diawali dengan koordinasi dengan pihak Kesultanan dengan pihak Balai Prasarana Permukiman Wilayah(BPPW) Pusat Jakarta dan Maluku Utara untuk menentukan tim perencana dan melakukan surve mengenai kondisiKedaton Ternate dan apa saja yang perlu dilakukan perbaikan. Penanganan-penanganan perbaikan kerusakan di dalambangunan dimulai dengan meninjau kerusakan-kerusakan di Kedaton Kesultanan Ternate, menganalisa setiap kerusakan-kerusakan yang ada, penentuan metode penanganan kerusakan yang terjadi dengan beberapa pilihan metode yang minimresiko dan konservasi. Langkah-langkah yang dilakukan harus dengan memperhatikan prinsip-prinsip konservasi danpenuh dengan kehati-hatian untuk menghindari kerusakan yang semakin melebar. Oleh karenanya, pengerjaan proyekharus melalui banyak koordinasi dengan pihak terkait yang berkompeten untuk menghindari kesalahan dalam tindakanpenanganan pekerjaan proyek untuk menjaga nilai-nilai sejara dan budaya Kedaton.Pelajaran berharga yang dapat ditarik dari pekerjaan Perencanaan Rehabilitasi Kedaton Kesultanan Ternate ini bahwabangunan harus dilakukan perawatan secara berkala yang bertujuan untuk mengetahui adanya kerusakan-kerusakan yangmenyebabkan kerusakan yang lebih parah. Kerusakan yang berat akan menimbulkan banyak akibat yaitu keselamatanpenghuni, rusak/hilangnya nilai sejarah dan budaya, pembiayaan rehabilitasi dengan nilai yang cukup tinggi, danpenaganan yang membutuhkan kecermatan dan kehati-hatian sangat tinggi. Secara teknis kesulitan yang dihadapi yaitubagaimana kontraktor pelaksana dapat melaksanakan rehabilitasi sesuai prosedur dan ketetapan yang sudah ada yaitudengan cara memberikan gambar perencanaan yang sangat komunikatif dan sejelas-jelasnya serta terstruktur secara tatacara pelaksanaan perbaikan. Kesulitan non teknis yang dihadapi yaitu mendapatkan bahan pengganti yang mendekatidengan bahan asli dari bangunan dengan cara menguji coba bahan untuk diketahui kandungan dari bahan tersebut.Kata Kunci: Analisis; Budaya; Kedaton; Kerusakan; Rehabilitasi.

BAGIKAN ARTIKEL

Bagikan publikasi ini melalui kanal yang Anda gunakan.

02
FULL TEXT

Pratinjau PDF

Pratinjau PDFViewer lokal Smart Journal · tidak mengunduh PDF otomatis
— / —
Memuat pratinjau PDF…
Pratinjau dirender sebagai gambar per halaman di server Smart Journal, sehingga browser tidak memulai unduhan otomatis.
Aksesibilitas
WhatsApp