Abstrak Artikel
Penyuluhan hukum tentang dampak psikologis anak pasca perceraian orang tua bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hak-hak anak serta implikasi hukum yang menyertainya. Kegiatan ini menekankan bahwa perceraian tidak boleh menghilangkan kebutuhan emosional dan perkembangan psikologis anak, seperti rasa aman, stabilitas rutinitas, serta dukungan kasih sayang dari kedua orang tua. Materi penyuluhan juga menjelaskan prinsip perlindungan anak dalam kerangka peraturan perundang-undangan, termasuk kewajiban orang tua dalam memenuhi tanggung jawab pengasuhan, pemeliharaan, dan pendidikan, sekalipun hubungan perkawinan telah berakhir. Melalui pendekatan yang mudah dipahami, penyuluhan menyoroti dampak psikologis yang sering muncul, seperti stres, kecemasan, masalah perilaku, penurunan prestasi belajar, hingga munculnya rasa bersalah atau takut ditinggalkan. Selain itu, kegiatan ini mendorong orang tua untuk menghindari konflik berkepanjangan, tidak melakukan pengalihan emosi, serta menjaga komunikasi yang sehat agar anak tidak menjadi “korban” pertikaian. Dalam konteks perceraian menegaskan pentingnya kepentingan terbaik bagi anak. Dengan demikian, penyuluhan hukum berperan sebagai jembatan antara aspek hukum dan pendampingan psikologis, sehingga keputusan hukum dapat berdampak lebih manusiawi dan melindungi masa depan anak.
Pratinjau PDF
Pastikan PyMuPDF terpasang lalu coba muat ulang.