Abstrak Artikel
Burung gosong maluku (Eulipoa wallacei) merupakan spesies megapoda endemik Kepulauan Maluku yang menghadapi tekanan akibat eksploitasi telur dan degradasi habitat pesisir. Sejumlah masyarakat telah melakukan upaya konservasi melalui berbagai pendekatan. Terdapat keragaman pendekatan konservasi berbasis masyarakat yang telah dilakukan namun belum pernah dibandingkan secara sistematis terkait karakteristik dan faktor-faktor pembentuknya. Penelitian ini bertujuan menganalisis keragaman pendekatan konservasi berbasis masyarakat terhadap burung gosong maluku serta faktor-faktor yang mendukungnya. Kajian dilakukan melalui pendampingan konservasi sejak tahun 2018. Terdapat lima lokasi, yaitu Desa Simau, Mamuya, dan Kao di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, serta Negeri Haruku dan Kailolo di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara terhadap total 31 orang responden dengan teknik snowball sampling kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan dua tipologi utama konservasi, yaitu pemanfaatan telur secara berkelanjutan dan perlindungan total, yang diterapkan melalui kesepakatan masyarakat, area preservasi, regulasi formal, sistem adat sasi, dan sistem lelang. Perbedaan pendekatan dipengaruhi oleh status kepemilikan lahan, kondisi sosial budaya, kekuatan kelembagaan lokal, dan keterlibatan para pemangku kepentingan. Kata kunci: burung gosong maluku; keragaman pendekatan konservasi; konservasi berbasis masyarakat
Pratinjau PDF
Pastikan PyMuPDF terpasang lalu coba muat ulang.