Abstrak Artikel
Abstract PLTU Kalbar 1 yang berlokasi di Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang merupakan pembangkit listrik milik pengembang PT.GCL Indo Tenaga dan dioperasikan oleh PT.Cogindo. Di PLTU ini, terjadi suatu permasalahan dimana adanya penumpukan sedimen pada wilayah sekitaran PLTU yang berpotensi menyumbat penyaring air untuk pendingin batubara. Ketika gelombang mendekati pantai, energi mereka mempengaruhi partikel sedimen dengan menyebabkan proses seperti pengangkatan, erosi, dan deposisi. Pemodelan terhadap karakteristik gelombang menggunakan Delft3D perlu dilakukan untuk mengetahui bagaimana pola pergerakan gelombang di sekitar lokasi PLTU. Data angin tahun 2018-2022 dari BMKG, dan data batimetri dari situs BATNAS digunakan dalam model. Hasil analisis windrose menunjukkan 2 arah dominan, yakni: arah barat daya dan barat berurut-turut. Panjang fetch 111.29 km dan 257 km. Tinggi gelombang mencapai 1 m terjadi pada tanggal 25 Desember 2022 pukul 05:00 dengan arah penjalaran gelombang dari arah barat laut dan tinggi gelombang 1.04 m terjadi pada tanggal 22 Januari 2023 pukul 14:00 dengan arah penjalaran gelombang dari arah barat. Gelombang tersebut juga deformasi yaitu difraksi dan refraksi gelombang, dimana difraksi gelombang pada hasil pemodelan disebabkan karena adanya pulau di dekat lokasi PLTU seperti salah satunya Pulau Kabung, sedangkan refraksi terjadi karena adanya perubahan kedalaman pada wilayah perairan. Kata kunci : Perairan PLTU Kalbar 1, pola gelombang, Delft3d.
Pratinjau PDF
Pastikan PyMuPDF terpasang lalu coba muat ulang.