Abstrak Artikel
Abstract Sungai Kapuas Pontianak memiliki lebar alur pelayaran yang sempit dengan sistem rute satu arah ( One Way Route ). Untuk mengurangi bahaya dalam berlayar dialur pelayaran tersebut diperlukan alat navigasi berupa rambu penuntun. Berdasarkan informasi yang didapatkan adanya rambu penuntun I yang runtuh dan membahayakan alur pelayaran. Sehingga perlu dilakukan survei hidrografi-batimetri menggunakan teknologi alat Multibeam Echosounder (MBES). Survei ini bertujuan untuk mengidentifikasi titik koordinat dan arah objek rambu penuntun. Metode pemeruman adalah metode yang digunakan untuk mendapatkan data kedalaman perairan di wilayah survei. Setelah dilakukan pengolahan data didapatkan koordinat rambu penuntun yang runtuh yaitu 0°4’29†N - 109°10’02†E serta mengalami perpindahan posisi sekitar ± 38 meter. Rambu penuntun yang telah di temukan tidak menghalangi alur pelayaran dikarenakan posisinya sejauh 240,39 meter dari alur pelayaran. Untuk hal tersebut maka rambu penuntun tidak perlu dilakukan pengangkatan hanya diberikan bouy penanda. Kata Kunci : Rambu Penuntun, Multibeam Echosounder, Hidrografi-Batimetri
Pratinjau PDF
Pastikan PyMuPDF terpasang lalu coba muat ulang.