Abstrak Artikel
Abstract Penggunaan bioindikator dalam penentuan kualitas perairan sangat baik karena organisme tersebut memberikan reaksi terhadap keadaan kualitas perairan. Fitoplankton merupakan salah satu bioindikator untuk memantau tingkat pencemaran suatu perairan. Pengambilan data dilakukan di perairan pantai kelurahan Jambula dan Muhajirin Kota Ternate. Analisis fitoplankton dilakukan di laboratorium Hidrooseanografi Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Khairun. Metode pengambilan sampel fitoplankton menggunkan metode penyaringan. Sebanyak 18 titik sampling dimana sampel fitoplankton diambil dengan menyaring air sebanyak 50 liter pada tiap titik sampling yang disaring menggunakan plankton net. Hasil penelitian teridentifikasi 8 spesies fitoplankton yaitu Rhizosolenia proboscia alata, Rhizosolenia antennata f. antennata, Rhizosolenia setigera, Rhizosolenia curvata, Eucampia cornuta, Eucampia groenlandica, Fragilariopsis cylindrus, dan Polykrikos schwartzii cyst dari 2 kelas yaitu kelas Bacillariophyceae dan Dinophyceae . Species fitoplankton yang dominan ditemukan dari kelas Bacillariophyceae dengan 7 spesies. Kelimpahan fitoplankton masuk dalam kategori kelimpahan sedang dengan nilai 5450.45 - 7370.50 sel/l, Keanekaragaman (H’) fitoplankton termasuk kategori keanekaragaman sedang dengan status tercemar sedang, keseragaman (E) termasuk dalam keseragaman sedang, indeks dominansi (C) termasuk dalam kategori rendah (tidak ada spesies yang mendominansi), indeks saprobitas termasuk dalam kategori tercemar sangat ringan (oligosaprobit). Keywords : Bioindikator, fitoplankton, polusi, phytoplankton,perairan pantai, pulau Ternate
Pratinjau PDF
Pastikan PyMuPDF terpasang lalu coba muat ulang.