Abstrak Artikel
Minyak dan gas bumi merupakan salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi oleh setiap Negara. Indonesia merupakan negara penghasil minyak dan gas bumi namun belum mampu memenuhi kebutuhan minyak nasional, sehingga pemerintah harus mengimpor untuk mencukupi kebutuhan bahan bakar minyak, seperti pada tahun 2010 impor minyak mencapai 64 ribu kilo liter perharinya. Seiring berjalannya waktu produksi minyak dan gas bumi yang dihasilkan akan menurun disebabkan beberapa sumur yang semakin tua atau (mature field) dan ketika tekanan reservoir akan semakin rendah maka mengakibatkan menurunnya kapasitas produksi formasi. Tekanan dan kedalaman sumur sangat berpengaruh terhadap produksi minyak bumi yang dihasilkan. Selain itu siklus hidup sumur juga sangat penting diperhatikan untuk mendapatkan minyak bumi yang banyak. Berdasarkan observasi pada 28 sumur diantaranya sumur X mengalami penurunan jumlah produksi. Untuk itu solusi agar meningkatkan laju produksi minyak secara optimal dilakukan dengan menggunakan pemasangan artificial lift. Metode yang digunakan untuk menghitung laju alir produksi pada sumur X adalah kurva IPR 2 fasa metode vogel dan menentukan jenis electrical submersible pump menggunakan skenario perencanaan artificial lift. Hasil analisis kurva IPR vogel pada sumur X didapatkan laju alir produksi (qmaks) 223.172 bfpd dengan Water Cut Sebesar 72%.Kata kunci: minyak bumi, sumur produksi, artificial lift, metode vogel.
Pratinjau PDF
Pastikan PyMuPDF terpasang lalu coba muat ulang.